Selasa, 26 Mei 2009

SEBUAH PERUBAHAN YANG DI HARAPKAN

”Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’adu:11)

Dakwah yang di cita-citakan tegaknya keadilan dan merindukan kejayaan Islam, ia tidak bisa di usung oleh segelintir orang apalagi sendirian, ia harus digerakkan oelah banyak orang dalam terkumpul dalam sebuaha jama’ah dan yang tertata rapi dalam satu barisan yang kokoh, bukan orang-orang yang berkerumun tidak beraturan yang mana mereka itu bagaikan buih yang tidak berbobot dan tidak memiliki arus (pengaruh). Dakwah harus digerakkan oelah semua orang dan jama’ah yang telah teruji imannya, tidak memandang siapa dia, dari mana asalnya, dan apa kedudukannya. Dakwah di tegakkan hanya dengan satu tujuan yaitu ‘Liizi Islam Walmuslimin’

Mahasiswa adalah sosok yang memiliki intelektualitas tinggi dan kemampuan bergerak yang sigap serta mobilitas yang tinggi dan memilki produktifitas yang tinggi pula. Oleh karena itu, fese produktif tersebut sangat di sayangkan jika di manfaatkan untuk hal-hal yang malah menjauhkan mereka dari ajaran Allah. Rasulullah senantiasa memberikan perhatian khusus kepada para pemuda. Banyak diantara sahabat beliau adalah pemuda, kegemilangan dan prestasi yang telah mereka ciptakan sangat memukau dan di jadikan teladan.

Dakwah kampus merupakan salah satu pilar utama dari dakwah secara keseluruhan karena melalui dakwah yang dilakukan di lingkungan kampus inilah telah banyak menghasilkan sumbangan dan aktivitas yang sangat berarti bagi perubahan masyarakat kampus dan masyarakat secara luas. Dengan demikian proses dakwah kampus yang berkesinambungan menjadi wajib di hidupkan. Dalam hal ini lapisan pertama yang memegang peran paling besar untuk terjadinya kontinuitas pelaksanaan dakwah di kampus adalah Lembaga yang di akui sebagai Pengusung Dakwah di kampus yang tak lain adalah Lembaga Dakwah Kapus (LDK).

Sebagai organisasi permanent intra kampus yang independent, yang segala urusannya baik intern matter maupun ekstrn matter tidak lagi dibawah kebijakan BEM IAIN Ambon. Kini LDK berdiri sendiri sebagai organisasi kemahaasiswaan yang berorientasi pada tegaknya dakwah islam dikalangan masyarakat kampus dan masyarakat luas yang sekarang sedang mengalami dekadensi moral. Kehadiran LDK di kalangan kampus di harapkan bias menjadi angina segar terwujudnya perubahan, serta bias menjadi perekat umat. Dengan semakin bertambahnya kepercayaan yang mengalir baik dari Lembaga IAIN, masyarakat Kampus maupun masyarakat luas yang mengalir terhadap LDK saat ini justru merupakan pekerjaan rumah (PR) yang harus di perhatikan oleh seluru pengemban amanah Dakwah dalam organisasi ini.

Dalam menjalankan Visi dan Misinya LDK harus lebih mengedepankan unsur-unsur manajement (Pleaning, Organizing, Controlling dan Evaluating) agar memberikan hasil yang memuaskan sebagaimana yang kita harapkan bersama.

“kebatilan yang terorganisir bias mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”. Berpatokan pada perkataan tersebut, kini LDK Al-Izzah IAIN Ambon mulai berbenah diri untuk menuntaskan perubahan.

Dengan semakin maraknya tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kerja keras dari segenap pengurus, fenomena yang saat terjadi di kalangan mahasiswa IAIN Ambon semakin jauh dari tradisi keintelektualan , malah tradisi jahiliyah dan mahasiswa opertunis yang di lebih kenal, mahasiswa yang hanya nota bene datang ke kampus, entah apa yang dilakukannya ke kampus setelah itu pulang ke kamar/kost/rumahnya begitulah hari-hari yang dilewati. Ketika liburan tiba ia pulang kampung tanpa membawa apa-apa untuk masyarakat di kampungnya terlebih untuk orang tuanya.

Mahasiswa seperti ini biasa diistilahkan dengan 4K (Kampus – Kencan - Kost - Kampung) yang merupakan siklus rutinnya.

Tentu sangat diharapkan dengan hadirnya LDK Al-Izzah bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, menciptakan mahasiswa yang intelektual, bermoral yang Islami, Akhlak yang Mulia dan berjiwa membangun. wallahu a’la.

[Aa].

Tidak ada komentar: