Selasa, 26 Mei 2009

KU TEMUKAN DI LIQO’

Sebuah Refleksi Perjalananku

Oleh : La Iba Fachri

Setelah menyelesaikan study di Madrasah Aliyah, aku (La Iba Fachri, pen) berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebelumnya aku mempertimbangkanya dengan matang dan melakukan shalat istikharah, memohon kepada Allah SWT agar aku tidak salah untuk memilih yang pada akhirnya akan melahirkan penyesalan. Sebenarnya saya ingin melanjutkan studi saya di jawa, karena saya piker jawa adalah merupakan daerah yang baik dalam mengmbangkan ilmu pengetahuan, namun itu semua tidak mungkin karena banyak hal yang menjadi pertimbangan.

IAIN Ambon adalah akhir dari pilihan saya. Dengan niat yang bulat dan semangat yang tinggi, serta restu dari orang tua dan kerabat dekat, juga motivasi dari teman-teman sekampung, maka saya berhijrah dari kampong saya Lombe (Sulawesi, pen) ke ambon dengan satu tujuan untuk mencari perubahan dalam diri saya yaitu kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Yang di harapkan sekembalinya saya nanti bias membawa sesuatu yang baru yang berikan untuk masyarakat di kampong saya (Lombe, pen) tentu bukan hanya gelar S.Pd.I tapi perubahan menuju kea rah yang lebih baik.

Banyak organisasi yang saya temui di IAIN Ambon, baik organisasi intra (LDK Al-Izzah, RACANA, MENWA, KSR, MAHIPALA) maupun organisasi ekstra kampus (HMI, KAMMI, GMNI, IMM, PMII) sebelumnya saya bingung kira-kira dari semua organisasi tersebut, mana yang lebih baik dan bias mengembangkan diri saya..?, setelah saya pertimbangkan, saya memilih LDK Al-Izzah (Lembaga Dakwah Kampus Al-Izzah, pen), yang pada awalnya hanya untuk mengisi kekosongan dalam berorganisasi.

Setelah mengikuti SII-1 (Studi Islam Intensif - 1, pen), saya mulai aktif mengikuti setiap rogram yang diadakan oleh LDK, mulai dari pelatihan-pelatihan dan kajian (liqo’) mingguan. Ternyata banyak hal baru yang saya temui di organisasi ini yang tidak saya temui sebelumya, terutama program liqo’at-nya yang saya rasa inilah cirri khas LDK Al-Izzah yang mana membuat organisasi ini lain dari pada yang lain. Dan yang paling menarik lagi yang membuat saya terus semangat mengikuti liqo’ adalah materi kajiannya, kami bukan hanya disuguhkan tentang materi fiqih atau ketauhidan, tapi juga ilmu yang berhubungan dengan Manajemen hidup, Manajemen pendidikan, social politik, ilmu pengetahuan kontemporer dan lain sebagainya. Karena kami sadar bahwa tidak ada dikotomi ilmu dalam Islam. Pada hakikatnya Ilmu itu satu.

Dalam mengikuti kajian (Liqo’, pen) Murobbi (Pembimbing, pen) tidak monoton menggunakan metode caramah, dalam artian Murobbi terus berceramah dan kami hanya setia terus pulang, namun kami banyak di beri kesempatan untuk aktif berdiskusi, beliau hanya sekedar mengarahkan selama proses kajian berlangsung, selain itu juga di isi dengan bedah buku, yaitu mengkaji buku-buku, menilai kelemahan dan kelebihan dari setiap buku yang di kaji. Di samping siraman-siraman rohani yang di berikan oleh Murobbi. Dan saya merasa saya akan berkembang, jika benar-benar mengambil apa yang di berikan di sini (Liqo’).

Dewasa ini, pakar pendidikan banyak membicarakan tentang beragam jenis inteligensi seperti: IQ (Intelektual Quotient) yang lebih menekankan pada kecerdasan intelektual, EQ (Emotional Quotient) yang lebih menekankan pada kecerdasan Emosional (interaksi sosial dengan sesama manusia), dan SQ (Spritual Quotient) yang lebih menekankan pada kecerdasan Spritual yang bersumber dari hati yang bersih dan hanya mengharap Ridho Allah SWT .

itu semua telah saya temukan selama saya mengikuti Liqo’. Dari beberapa orang teman saya yang mengikuti liqo’ semuanya berasal dari fakultas yang berbeda dan dari organisasi ekstra yang berbeda serta dari latar belakang dan suku yang berbeda pula, namun setiap orang dari kami tidak pernah menonjolkan organisasi yang dimilikinya, serta menjatuhkan organisasi yang lain, karena kami sadar bahwa kami satu (we are one) satu hati, satu jiwa, satu tujuan yaitu untuk meniggikan Kalimatullah dan Liizzil Islam wal Muslimun.

[Aa].

SEBUAH PERUBAHAN YANG DI HARAPKAN

”Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’adu:11)

Dakwah yang di cita-citakan tegaknya keadilan dan merindukan kejayaan Islam, ia tidak bisa di usung oleh segelintir orang apalagi sendirian, ia harus digerakkan oelah banyak orang dalam terkumpul dalam sebuaha jama’ah dan yang tertata rapi dalam satu barisan yang kokoh, bukan orang-orang yang berkerumun tidak beraturan yang mana mereka itu bagaikan buih yang tidak berbobot dan tidak memiliki arus (pengaruh). Dakwah harus digerakkan oelah semua orang dan jama’ah yang telah teruji imannya, tidak memandang siapa dia, dari mana asalnya, dan apa kedudukannya. Dakwah di tegakkan hanya dengan satu tujuan yaitu ‘Liizi Islam Walmuslimin’

Mahasiswa adalah sosok yang memiliki intelektualitas tinggi dan kemampuan bergerak yang sigap serta mobilitas yang tinggi dan memilki produktifitas yang tinggi pula. Oleh karena itu, fese produktif tersebut sangat di sayangkan jika di manfaatkan untuk hal-hal yang malah menjauhkan mereka dari ajaran Allah. Rasulullah senantiasa memberikan perhatian khusus kepada para pemuda. Banyak diantara sahabat beliau adalah pemuda, kegemilangan dan prestasi yang telah mereka ciptakan sangat memukau dan di jadikan teladan.

Dakwah kampus merupakan salah satu pilar utama dari dakwah secara keseluruhan karena melalui dakwah yang dilakukan di lingkungan kampus inilah telah banyak menghasilkan sumbangan dan aktivitas yang sangat berarti bagi perubahan masyarakat kampus dan masyarakat secara luas. Dengan demikian proses dakwah kampus yang berkesinambungan menjadi wajib di hidupkan. Dalam hal ini lapisan pertama yang memegang peran paling besar untuk terjadinya kontinuitas pelaksanaan dakwah di kampus adalah Lembaga yang di akui sebagai Pengusung Dakwah di kampus yang tak lain adalah Lembaga Dakwah Kapus (LDK).

Sebagai organisasi permanent intra kampus yang independent, yang segala urusannya baik intern matter maupun ekstrn matter tidak lagi dibawah kebijakan BEM IAIN Ambon. Kini LDK berdiri sendiri sebagai organisasi kemahaasiswaan yang berorientasi pada tegaknya dakwah islam dikalangan masyarakat kampus dan masyarakat luas yang sekarang sedang mengalami dekadensi moral. Kehadiran LDK di kalangan kampus di harapkan bias menjadi angina segar terwujudnya perubahan, serta bias menjadi perekat umat. Dengan semakin bertambahnya kepercayaan yang mengalir baik dari Lembaga IAIN, masyarakat Kampus maupun masyarakat luas yang mengalir terhadap LDK saat ini justru merupakan pekerjaan rumah (PR) yang harus di perhatikan oleh seluru pengemban amanah Dakwah dalam organisasi ini.

Dalam menjalankan Visi dan Misinya LDK harus lebih mengedepankan unsur-unsur manajement (Pleaning, Organizing, Controlling dan Evaluating) agar memberikan hasil yang memuaskan sebagaimana yang kita harapkan bersama.

“kebatilan yang terorganisir bias mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”. Berpatokan pada perkataan tersebut, kini LDK Al-Izzah IAIN Ambon mulai berbenah diri untuk menuntaskan perubahan.

Dengan semakin maraknya tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kerja keras dari segenap pengurus, fenomena yang saat terjadi di kalangan mahasiswa IAIN Ambon semakin jauh dari tradisi keintelektualan , malah tradisi jahiliyah dan mahasiswa opertunis yang di lebih kenal, mahasiswa yang hanya nota bene datang ke kampus, entah apa yang dilakukannya ke kampus setelah itu pulang ke kamar/kost/rumahnya begitulah hari-hari yang dilewati. Ketika liburan tiba ia pulang kampung tanpa membawa apa-apa untuk masyarakat di kampungnya terlebih untuk orang tuanya.

Mahasiswa seperti ini biasa diistilahkan dengan 4K (Kampus – Kencan - Kost - Kampung) yang merupakan siklus rutinnya.

Tentu sangat diharapkan dengan hadirnya LDK Al-Izzah bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, menciptakan mahasiswa yang intelektual, bermoral yang Islami, Akhlak yang Mulia dan berjiwa membangun. wallahu a’la.

[Aa].

FSLDKN XV di Maluku


Dari Timur Kami berbenah untuk Indonesia”

Oleh : Abdullah Umar Mewar (Sekum LDK Al-Izzah IAIN Ambon)


Mentari Menyala disini

Disini di dalam hatiku

Gemuruhnya sampai disini

Disini di urat darahku

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku

Berlapis pagar duri sekitarku

Tak satupun yang mampu menghalangiku

Menyala di dalam hatiku

Hari ini hari milikku

Juga esok masih terbentang

Dan mentari kan tetap menyala

Disini di urat darahku

Sejenak menyimak potongan bait lagu yang berjudul ”mentari”. Lagu ini biasa di nyanyikan oleh mahasiswa ketika dalam keadaan sempit dan mengharapkan sebuah cahaya harapan akan perubahan. Sebuah perubahan yang niscaya dan tentu menjadi sebuah idaman bagi semua umat manusia. Sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’adu:11)

Kami ada dan akan mengusung Perubahan...

.......................................

Maluku...... itulah nama sebuah Provinsi yang berasal dari bahasa Arab yakni : Al-Mulk yang artinya ”Kerajaan”, sehingga Provinsi ini juga sering di juluki dengan sebutan Provinsi Raja-raja karena negeri-negeri yang ada dalam provinsi ini menganut sistem kerajaan bahkan sampai sekarang. Julukan lain yang kontemporer untuk provinsi ini adalah Provinsi kepulauan yang kaya akan sumber daya alam baik laut maupun darat, sarat dengan budaya de el el, sehingga tidak heran jika dalam pidatonya Presiden RI yang pertama (Bapak Soekarno) beliau mengatakan bahwa ”Indonesia tanpa Maluku bukan Indonesia”, itu menandakan bahwa provinsi ini memiliki potensi yang sungguh luar biasa.

Tapi.... ditengah potensi yang luar biasa dan sumber daya alam yang melimpah itu ................) ana tidak bisa dan tidak mampu lagi mengenang dan mengungkapkannya dengan bahasa dan kata, hanya bahasa tubuh dan raut wajah yang mampu menggambarkan dan mengisyaratkannya. mengerikan dan menyakitkan,,,...

Namun lagi-lagi Allah SWT Maha Besar dan Kuasa, sebongkah harapan yang telah lama layu itu mulai bersemi dan tumbuh kembali dengan subur, itu ditunjukan oleh stabilitas keamanan yang semakin kondusif, pembenahan infra struktur yang begitu cepat, dan yang lebih utama lagi adalah benih dakwah yang telah lama di semai mulai tumbuh dan berkembang dengan subur di kampus-kampus dan masyarakat di Maluku.

Dan kini angin segar kebangkitan Dakwah itu terbukti dengan dipercayakannya amanah besar (hajatan akbar) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) yang ke-XV akan di selenggarakan di Maluku setelah kian lama hanya di lakukan di bagian barat Indonesia, dan kini beralih ke timur Indonesia, semoga ini sebagai tanda kebangkitan Dakwah secara merata dari Saban Sampai Meraoke,,, Allahuakbar....3x....


Mari kita lihat sejenak perjalanan FSLDKN:


Ke-I : Jamaah Salahudin UGM 24 - 25 Mei 1986

Ke-II : Salman ITB Bandung 2 - 4 Januari 1987

Ke-III : Unair, Surabaya, 13 - 16 September 1987

Ke-IV : UNS Solo l 3 - 6 September 1988

Ke-V : IKIP Malang 15 - 19 September 1989

Ke- VI : IKOPIN Jatinangor Bandung, Oktober 1990

Ke-VII : UNHAS Ujung Pandang, Desember 1991

Ke-VIII : BAI UNDIP, Semarang 6-11 September 1993

Ke-IX : Unisba Bandung 1995

Ke-X : Universitas Muhammadiyah Malang 25 dan 29 Maret 1998.

Ke-XI : SALAM Universitas Indonesia 20-24 Juli 2000

Ke-XII : FKI_Rabbani Universitas Andalas

Ke-XIII : PUSDIMA Universitas Mulawarman Kalimantan Barat, Juli 2005

Ke-XIV : BIROHMA Universitas Negeri Lampung Juli 2007

Ke-XV : LDK Al-Ikhwan Universitas Pattimura Maret 2010

Ke-XVI : ................??


Universitas Pattimura..... yaa.. itulah Perguruan Tinggi bergengsi dengan motto “Hotumesse” yang ada di Provinsi yang bertajuk seribu pulau ini merupakan lahan Jihad yang subur, di dalamnya menghimpun berbagai macam komunitas dari yang baik-baik sampai pada yang jelek-jelek, yang pro terhadap Islam sampai pada yang kontra dengan Islam, semuanya ada di sini di Universitas Pattimura ini, walaupun begitu dengan kuasa-Nya benih Dakwah tetap tumbuh dengan subur, kenapa tumbuh subur....?? karena di sini juga merupakan lahan jihad yang sangat subur, yang berjuang di sini punya nilai tersendiri, para Bidadari dan bidadara menunggu di sana, menanti kita semua yang tetap tegar di jalan-Nya.

Dengan wadah perjuangan permanen yang ada di kampus Unpatti ini yakni Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Ikhwan, para mujahid/mujahidah dengan semangat yang kadang naik dan kadang surut, mereka berjuang dan berjihad menyebarkan kebenaran di kampus itu, ana yang pernah merasakan bagaimana rasanya perjuangan di sana sangat salut dengan semangat dan kegigihan mereka, kini menjadi teranglah lahan yang penuh dengan semak belukar itu di mana di medan ini akan di selenggrakan hajatan besar yang di percayakan oleh antum semua bahwa LDK Al-Ikhwan Unpatti dan Maluku pada Umumnya sebagai penyelenggara FSLDKN XV yang akan berlangsung Maret 2010 mendatang,..

Maret 2010.......

Ya... Maret 2010 merupakan waktu yang terlalu lama dan jauh di nantikan.....

Terlalu jauh bagi kami yang senantiasa merindukan kedatangan keluarga besar para pengemban amanah Dakwah dari seluruh belahan bumi Indonesia,

Terlalu jauh bagi kami yang senantiasa merindukan pertemuan dengan tentara-tentara Allah yang telah berazzam untuk mewakafkan diri dan harta dijalan-Nya,

Terlalu jauh bagi kami yang senantiasa merindukan senyuman wajah-wajah yang shaleh dan shalehah yang senantiasa melukiskan harapan besar kemenangan Islam,

Terlalu jauh bagi kami yang senantiasa merindukan kampus kami di penuhi dan diramaikan oleh mujahid/mujahidah walau sehari,

Terlalu jauh bagi kami yang ingin segera melepas rindu......’.

Namun.... juga amat sangat dekat bagi kami yang ingin mempersembahkan yang terbaik untuk antum semua,

Amat sangat dekat bagi kami yang ingin menyuguhkan pelayanan istimewa untuk antum semua,

Amat sangat dekat bagi kami yang ingin menjadikan momen ini sebagai fase yang terpenting dalam mengukir harapan kebangkitan Dakwah Kampus di bagian Timur Indonesia pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,

Terlalu dekat bagi kami yang ingin membingkai moment ini dalam suatu memori yang selalu di kenang dunia,

Terlalu dekat bagi kami untuk mempersiapkan semuanya.....

Namun..... itu semua tidak menjadikan kami berputus asa dan pesimis, karena kami yakin Allah SWT ada dan melihat apa yang kita perbuat, juga Do’a antum semuanya,....

Kepada Ikhwan/akhwat yang mengemban amanah ini... mari kita tingkatkan Ruhiyah kita, semangat kita dan menjaga kesehatan fisik kita agar senantiasa segar dalam kerja-kerja dakwah ini.

Dan kepada antum yang berada di pelosok manapun di bumi Indonesia...

Tiada hal istimewa yang kami harapkan, selain kedatangan antum semuanya

Kami akan sangat berbangga dengan kehadiran antum di Maluku,,...,,,


Allahuakbar....3x....

Minggu, 17 Mei 2009

Aktivis Dakwah Kampus Perlu Anti Virus

(Oleh: Hamba ALLAH)

Puji Syukur Senantiasa Terpanjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala Rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga dakwah yang mulia ini masih tetap menggaung dalam setiap sudut kampus tercinta ini, salawat serta salam juga tak terlupakan kepada Rasul Allah, sang teladan sepanjang zaman, amin

Ditengah kepenatan Aktifitas Dakwah yang dilakukan, sering menimbulkan tindak-tanduk yang kurang terkontrol, sehingga tidak heran kalau muncul yang namanya VMJ lhoo… istilah apalagi ne….. iya VMJ yang kata mereka Virus Merah Jambu loh…!! Ko’ Virus Merah Jambu….??? Iya…..! saya tidak tahu kapan dan kenapa Warna Merah Jambu di Nobatkan sebagai Warna Cinta.?? Tetapi sejatinya seperti itu.

Perasaan cinta adalah anugerah dari Allah SWT yang di titipkan pada setiap insan, namun orientasi cinta itu hendaklah pada arah yang tepat sehingga bermuara dan berbuah syurga.

Ana sebenarnya tidak sanggup melayangkan tulisan ini karena ana sebagai hamba yang dhoi’if, pastinya memiliki banyak kekurangan dan kesalahan yang sama, yang tentunya terserang juga dengan Virus yang ganas ini, tetapi melihat kondisi yang semakin menghambat dan merubah haluan Dakwah Kampus ini maka menggerakkan hati ana untuk membuat tulisan ini walaupun tertuju untuk ana juga, itulah dengan kondisi ini ana telah mencoba segala jurus tapi belum mampu membendung virus yang menyerang semua system Soft ware maupun hard ware pada wajiha ini, sehingga perlu anti virus yang baru dan mampu memjebol keganasan Virus Merah Jambu ini, Lho..?? kayak Komputer aja,,, ya iyyalah computer aja butuh anti Virus apatah lagi kite-kite.

Mengendalikan Kader Karena VMJ

Kepada antum smua, tidak salah kalo cinta bisa mendera siapa saja dan kemudian antum disalahkan (lho ko’ kita yang di salahin..???). Termasuk para aktivis dakwah (Aktifis Dakwah Juga Manusia Man.....!). jadi kita tetap harus waspada sama VMJ. Soalnya antum bisa berubah karena kasmaran. Yang pasti tidak berubah jadi Ksatria Baja Hitam hehehe...... Tapi perubahan yang lambat laun nampak dalam diri kita (af1 ini juga pada diri ana sendiri). Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

Di antaranya sebagai berikut: “Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”.

Lho....??? Ternyata cinta bukan cuma Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki seperti kata Sheila On Tujuh dalam sebuah lagunya. Tapi juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk kita-kita aktivis dakwah kampus ghitu lhoo...??!!. Kok bisa Ya...??? ya iyyalah masa Iya don’k, karena cinta nggak cuma bisa mengubah penampilan aja men. Dia juga bisa membelokkan niat yang sudah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi alias berbelok arah saat VMJ meradang. Ini yang harus diwaspadai. Kata bang napi Waspadalah... Waspadalah.... Waspadalah....

Tentu kita tidak mau, aktivitas dakwah kampus kita yang mulia jadi kacau-balau gara-gara kita terkena anak panahnya iblis dengan pesona cinta semu alias VMJ. Makanya kita harus pandai mengendalikan rasa itu. Seperti kata dokter Dullah, mencegah lebih baik daripada mengobati (bener apa betul...???? kata Upin dan Ipin betul...betul...betul..). Untuk urusan cinta juga sama. Lebih baik kita mencegah aktivitas yang bikin VMJ meradang. Ada dua hal yang bisa kita jalanin sebagai langkah pencegahan (kayak 3M DBD aja nih).

Pertama, dari dalam diri kita (ni terutama buat pribadi ana). Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta semu yang membabi buta (kalau dalam komputer namanya DEEP FREEZE). Kalau dalam diri kita Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca Al-Qur’an, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga do’a kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram dan menjaga hijab dalam setiap aktifitas antar lawan jenis terkhusus antara ikhwan-akhwat, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yang dalam bahasa Ambalau-nya qualified dunia-akhirat. Mau dong...?

Kedua, dari luar diri kita. Ini ni... yang sering tidak dijaga yang pada akhirnya menjadi pupuk bagi VMJ. ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor lingkungan gampang sekali meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita harus bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, meminimalisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis (ikhwan-akhwat). Mengurangi canda-tawa yang berlebihan (over acting) antara ikhwan-akhwat (lho tapi ana kan yang suka banyak candanya ya di batasi dong...! Insya Allah) Walau itu untuk konsolidasi dakwah. Sorry, bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta semu itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjaga izzah alias harga diri (apalagi Wajiha kita namanya Al-Izzah). Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para ‘macan’ (makhluk cantik) mau pun terhadap media ‘syerem’ yang bisa memacu adrenalin kita.

Kita baru sadar kalo seorang aktivis dakwah sering jadi panutan dan teladan bagi orang lain (ya tentu dong.....! masa matius dan berty yang jadi panutan.....?!!!). Nggak cuma Allah yang mengawasi tiap omongan sama tingkah laku kita, tapi juga umat dan terkhusus masyarakat IAIN Ambon. Gimana jadinya kalo pas ngisi pengajian begitu bersemangat bilang pacaran itu haram. Tapi, pas doi lagi kasmaran, waouu... perilakunya nggak beda sama Aktipa alias aktivis pacaran. Apalagi pake alas dengan istilah ‘pacaran islami’. Idiih…malu sama yang lain! Firman Allah Swt: “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS ash-Shaf [61]: 3)

Ciptakan solusi

Wadduh....!!! gimana ya...??? solusinya, Setiap virus pasti ada anti Virusnya, setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap masalah pasti ada solusinya. Inilah sikap yang harus kita hadirkan kepada kader-kader dakwah kampus kita. Dengan bahasa yang bijak dan enak didengar. Ana coba dekatkan bahasa ini dengan fersi bahasa ana walupun agak ke-Ambalau-an:

a) Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga mengharuskan kita berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Nah kan ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh.....!!! Jaga Pandanga and jaga jarak. Loe mau bukti dari Tuhan?? lihat Q.S An-Nur: 31 : ” ana ga usah pake bahasa ambalau-nya ee...?? bahasa indonesia aja biar lue smua pada ngerti.

katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman; ”Hendakah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka”.

b) Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva’ alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi, Rapat mingguan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepanitiaan acara, juga apalgi interaksi dalam Seketariat yang sempit ini. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan apalagi sekretariat yang cuman punya satu pintu or one door. Berabe kan?. Nah Kalau begitu jaga Hijab Ya kalau pertemuan, yang akhwat jangan terlalu ngerasin suara dan yang Ikhwan jangan terlalu CAPER alias cari perhatian.

c) Nah, dari seringnya pertemuan dan interaksi yang berlebihan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati dan menjalar ke hati yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum (wah... ini ni yang menjadi idamanku, orangnya sholeh/sholehah pinter, rajin, cantik apalagi...). Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati (mendingan jatuh dari atas gedung Tarbiyah aja skalian). Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau (istilah orang Kabauw). Kata salah satu ikhwan ”kan kita masuk LDK untuk Toalabul ilmi dan toalabul istri” ana setuju dengan pendapat itu tapi kita kan tahu aturannya. Nah kalau begitu Hindari Interaksi Berhadapan keseringan ya..? Kalu boleh bisa Antum Pakai Topeng aja. ha..haa. main ninja-ninjaan kali... bagi akhwat kalau masuk sekret langsung aja ke ruang akhwat, kalau pake komputer tarik aja ke ruang akhwat, tapi hati2 ya..? komputernya bisa kena VMJ juga.

d) Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok’ ala seleb. Kata orang tual CBSA alias Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah. Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified’ buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah. Maka jangan takut Jodoh loe Pasti loe Dapet sesuai taksiran loe. Untuk meyakinkan loe, bacain ni : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.” (QS an-Nûr : 26)

Pilihanan anda hari ini untuk menjadi kader dakwah kampus adalah pilihan tepat walupun berat amat (amat aja ga’ berat cuman 20 kg aja ko’ ... suer). Pilihan yang mengandung konsekwensi perjuangan seumur hidup yang acap kali antum ucapkan dalam setiap baiyat. Maka jangan nodai pilihan ini karena pelanggaran hati. Kasihan banyaknya prestasi yang telah antum ukir disini, Di Dakwah kampus kita, antum nodai karena tidak kebal hati akibat Virus Merah Jambu. Episode kisah, antum tutup dengan noda dan menjadi kusam tak dibuka oleh generasi antum. Kalaupun antum dikenang hanya karena mereka mengumpamakan kejelekan antum yang harus dihindari. Lalu dimana perkembangan dakwah Kampus yang kita harapkan...????

Akhirnya, catatan ini bukanlah, sebuah pembelaan atau penyalahan terhadap kita smua. Melainkan kita smua harus diarahkan dan dibanggakan karena disamping ada pelanggaran ada juga prestasi yang telah kita ukir disana di dakwah kampus kita tercinta LDK Al-Izzah IAIN Ambon. Ikhwan-akhwat juga manusia. Tapi kemanusiaan kita diatur.

Semangat antum semua di akhir periode 2008 ini menjadi energi baru buat ana untuk tetap semangat. Mari kita songsong kebangkitan Islam dari Kampus kita ini yang di pelopori oleh New Al-Izzah Generation.

Mari kita buka episod baru untuk Al-Izzah yang lebih maju dan mandiri.

Allahuakbar...3x...

i

Minggu, 10 Mei 2009

MENJADI APAPUN DIRIMU


Menjadi Karanglah meski itu tidak mudah, sebab ia akan menahan sengatan sinar matahari yang garang, sebab ia akan tetap ,kuykuh menghadapi deru ombak yang kuat tanpa kenal lelah, sebab ia akan bayu angina yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang mencoba membekukan, sebab ia akan menahan hempasan badai yang dating menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya, sebabia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus, sebab ia akan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.

Menjadi Pohonlah yang tinggi menjulang meski itu tidak mudah, sebab ia akan tetap tegar meski bara mentari terus menyala setiap siangnya, sebab ia akan meliuk halangi angina yang menerpa dengan kasar, sebab ia akan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir, sebab ia akan hujamkan akarnya yang kuat untuk menopang pendiriannya, sebab ia akan menahan gmpita hujan yang coba merubuhkan, sebab ia akan berika tempat naungan bagi burung-burung yang singgah di dahannya, sebab ia akan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.

Menjadi Paus-lah, meski itu tidak mudah. Sebab dengan sedikit kecipaknya, ia kan menggetarkan ujung samudra. Sebab besar tubuhnya akan menakutkan musuh yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.

Menjadi Elang-lah dengan segala kejantanannya, meski itu pun tak mudah. Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglanng buana untuk mengenal medannya. Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa. Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.

Menjadi Melatih-lah, meski nampak tak bermakna. Sebab ia ia kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan. Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan tubuh mungulnya. Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat mawar mekar segar. Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada angrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.

Menjadi Mutiara-lah, meski itu tidak mudah. Sebab ia berada di dalam samudra yang dalam. Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia. Sebab ia begitu berharga. Sebab ia begitu indah di pandang matah. Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam.

Menjadi Kupu-Kupu-lah, meski itu tak mudah pula. Sebab ia harus melewati proses-proses sebelum dirinya saat ini. Sebab ia kan lalui semedi panjang tanpa rasa bosan. Sebab ia bersembunyi dan memahami diri dari segala yang menyenangkan hingga kemudian tiba saat keluar.

Karang akan hadapi ujian, tarik sinar matahari, badai, juga gelombang. Elang akan menembus laspis langit, mengangkasa jauh, melayang tinggi dan tak pernah lelah untuk terus mengembara dengan bantangan sayapnya. Paus akan menggetarkan samudra hanya dengan sedikit gerakan. Pohon akan hadapi petir, deras hujan, silau matahari,namun segera menaungi namun selalu berusaha menaungi.

Melati ikhlas untuk selalu menerima keadaanya, meski tak terhitung pula bunga lain dengan segala kecantikannya.

Kupu-kupu berusaha bertahan, meski saat-saat diam adalah kejenuhan.

Mutiara tak memudar kelam, meski pekat lingkungan mengepungnya dari kiri,kanan, depan belakangnya.

Tapi Karang menjadi kokoh dengan segala ujian. Elang menjadi tangguh tak hiraukan lelah tatkala terbang melintas bermiliyar kilo benteng cakrawala. Paus menjadi kuat dengan besar tubuhnya dalam luas samudra. Pohon tetap menjadi naungan meski ia hadapi seribu gangguan.

Melati menjadi bijak dengan dada yang lapang dan justru terlihat indah dengan segala kesederhanaan. Mutiara tetap bersinar, kupu-kupu atau apapun yang kau mau.

Tetapi tetaplah sadari kehambaanmu.


INILAH KAMI LDK AL-IZZAH IAIN AMBON



Kami Ingin Berterus Terang

Kami ingin berterus terang kepada semua masyarakat kampus IAIN Ambon tentang tujuan kami; memaparkan metode kami di hadapan anda semua; dan berusaha mengajak anda untuk mengenal aktivitas kami. Disini…., dijalan yang telah kami tempuh ini tidak ada yang samar dan remang-remang, semuanya terang, bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang. Kami juga ingin agar semua kader LDK dan masyarakat kampus semuanya adalah umat yang selalu setia kepada Allah dan Rasul-Nya. Kami juga kami ingin agar anda tahu bahwa dakwah yang kami usung ini membawa misi yang bersih dan suci, bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Kami ingin mengajak kamu semua untuk terus berjuang menapaki jalan panjang kebenaran yang telah digariskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya:

Katakanlah inilah jalan (Agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf : 108)

Ditengah kelelahan dan usaha yang kami tempuh di jalan ini, kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, tidak mengharapkan benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga mengharapkan popularitas, apalagi hanya sekedar pujian dan ucapan terimakasih. Yang kami harapkan hanyalah pahala dari Allah SWT yang telah menciptakan alam dan segala isinya.

Kami Ingin Berterus Terang

Kami ingin berterus terang kepada semua masyarakat kampus IAIN Ambon tentang tujuan kami; memaparkan metode kami di hadapan anda semua; dan berusaha mengajak anda untuk mengenal aktivitas kami. Disini…., dijalan yang telah kami tempuh ini tidak ada yang samar dan remang-remang, semuanya terang, bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang. Kami juga ingin agar semua kader LDK dan masyarakat kampus semuanya adalah umat yang selalu setia kepada Allah dan Rasul-Nya. Kami juga kami ingin agar anda tahu bahwa dakwah yang kami usung ini membawa misi yang bersih dan suci, bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Kami ingin mengajak kamu semua untuk terus berjuang menapaki jalan panjang kebenaran yang telah digariskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya:

Katakanlah inilah jalan (Agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf : 108)

Ditengah kelelahan dan usaha yang kami tempuh di jalan ini, kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, tidak mengharapkan benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga mengharapkan popularitas, apalagi hanya sekedar pujian dan ucapan terimakasih. Yang kami harapkan hanyalah pahala dari Allah SWT yang telah menciptakan alam dan segala isinya.

Kasih Kami

Betapa inginnya kami, agar kamu semua mengetahui bahwa kamu semua lebih kami cintai dari pada diri kami sendiri, kami berbangga ketika waktu, harta, kesempatan, tenaga dan bahkan jiwa kami di korbankan sebagai penebus bagi kemaslahatan kamu semua dalam menyongsong kebangkitan Islam dari kampus kita tercinta ini, kalau memang itu yang harus dibayar maka dengan penuh kerelaan kami akan memenuhinya. Tiada sesuatu apapun yang membuat kami bersikap sesperti ini selain rasa cinta yang telah mengharubirukan hati kami, menguasai hati kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dan beristirahat dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasanya di hati ini ketika kami menyaksikan dekadensi moral yang mrupakan bencana besar bahkan lebih besar dari bencana tsunami di aceh, yang telah melanda masyarakat kampus ini sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan dan pasrah pada keputusasaan.

Sungguh, kami berbuat dijalan Allah untuk kemaslahatan masyarakat kampus dan kita semua, lebih banyak dari yang kami buat untuk kepentingan diri kami sendiri. Keberadaan kami LDK di kampus ini adalah milik kita semua wahai saudara-saudaraku tercinta, meskipun sedetik kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian.

Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan maka kami sama sekalin tidak menganggap itu keutamaan dari kami, kami hanya percaya pada firman Allah yang artiya:

Sebenarnya Allah, Dialah yang telah melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar” (QS. Al-Hujurat : 17)

Inilah kami seutuhnya………!

By Ibnu Umar